Jerawat memang bisa sembuh, tetapi tidak jarang meninggalkan noda atau bahkan cekungan di kulit. Banyak orang bertanya-tanya, kenapa jerawat berbekas padahal benjolannya sudah hilang? Apakah karena dipencet, atau memang kulit tertentu lebih rentan?
Secara medis, bekas jerawat terjadi akibat proses peradangan yang merusak jaringan kulit lebih dalam. Artinya, masalahnya bukan hanya di permukaan. Untuk memahami kenapa jerawat berbekas, Anda perlu tahu bagaimana jerawat terbentuk dan bagaimana tubuh memperbaiki kerusakan tersebut.
Untuk memahami lebih jauh kenapa jerawat yang muncul bisa meninggalkan bekas, mari kita bahas secara lengkap dalam artikel ini!
Penyebab Jerawat Bisa Meninggalkan Bekas
Untuk memahami kenapa jerawat berbekas, kita perlu melihat proses bagaimana jerawat bisa muncul dari awal. Jerawat muncul ketika pori-pori tersumbat oleh sebum (minyak), sel kulit mati, dan bakteri Cutibacterium acnes. Ketika sumbatan ini terinfeksi, tubuh memicu respons peradangan (inflammation). Pori membengkak, dindingnya dapat pecah, dan isi jerawat menyebar ke jaringan sekitar.
Kerusakan inilah yang memicu tubuh memproduksi kolagen sebagai upaya perbaikan. Namun produksi kolagen tidak selalu seimbang. Jika kolagen terlalu sedikit, terbentuk bekas cekung (atrophic scars). Jika terlalu banyak, muncul bekas menonjol (hypertrophic scars atau keloid).
Menurut AAD, “The deeper the acne goes into your skin, the more likely it is to cause a scar.” Artinya, semakin dalam peradangan, semakin besar risiko bekas.
Beberapa faktor yang membuat kenapa jerawat berbekas menjadi lebih mungkin terjadi antara lain:
- Jerawat parah seperti nodul atau kista
- Kebiasaan memencet atau menggaruk jerawat
- Faktor genetik
- Jenis kulit lebih gelap yang rentan keloid atau hiperpigmentasi
- Keterlambatan pengobatan jerawat aktif
Jerawat ringan seperti komedo jarang meninggalkan bekas permanen. Namun jerawat inflamasi yang dalam hampir selalu berisiko jika tidak ditangani cepat. Inilah salah satu alasan kenapa jerawat berbekas sering terjadi pada remaja maupun dewasa yang menunda pengobatan.
Pencegahan terbaik adalah mengobati jerawat sejak dini, tidak memencetnya, dan menggunakan sunscreen setiap hari agar bekas tidak semakin gelap. Selain itu, gunakan produk perawatan yang sesuai jenis kulit agar tidak memicu peradangan baru yang dapat memperparah risiko terbentuknya bekas jerawat.
Jenis-Jenis Bekas Jerawat yang Perlu Diketahui
Tidak semua bekas jerawat itu sama. Untuk menjawab lebih jauh kenapa jerawat berbekas, penting memahami jenisnya karena tiap jenis membutuhkan pendekatan berbeda.
Secara umum, bekas jerawat terbagi menjadi dua kategori utama: cekung (atrophic) dan menonjol (hypertrophic/keloid). Selain itu ada juga hiperpigmentasi pascainflamasi (post-inflammatory hyperpigmentation atau PIH), yang sering disalahartikan sebagai scar permanen.
Kebanyakan bekas jerawat yang dialami orang berbentuk cekung (sekitar 80-90%), sementara yang menonjol seperti keloid jumlahnya lebih sedikit. Simak penjelasannya berikut ini!
1. Bekas Cekung (Atrophic Scars)
- Ice pick scars: Lubang kecil dan dalam seperti tusukan jarum. Paling sulit diatasi.
- Boxcar scars: Cekungan lebar dengan tepi tegas seperti bekas cacar.
- Rolling scars: Kulit terlihat bergelombang akibat jaringan parut di bawah permukaan.
Jenis ini terjadi karena kehilangan kolagen. Jadi ketika Anda bertanya kenapa jerawat berbekas dalam bentuk cekung, jawabannya adalah produksi kolagen yang kurang saat proses penyembuhan.
2. Bekas Menonjol (Hypertrophicdan Keloid)
- Hypertrophic scars: Tebal dan timbul di atas permukaan kulit.
- Keloid: Lebih besar, bisa meluas melebihi area jerawat awal dan terasa gatal atau nyeri.
Ini terjadi karena produksi kolagen berlebihan. Pada beberapa orang Asia dan kulit gelap, risiko keloid lebih tinggi. Kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, sehingga jika ada riwayat keluarga dengan keloid, kemungkinan terbentuknya bekas menonjol menjadi lebih besar.
3. Post-Inflammatory Hyperpigmentation (PIH)
PIH berupa noda merah, cokelat, atau kehitaman setelah jerawat sembuh. Ini bukan scar permanen dan biasanya memudar dalam 6–12 bulan dengan perawatan yang tepat.
Sering kali orang mengira noda ini adalah scar permanen, padahal sebenarnya bukan. Salah memahami kondisi ini bisa membuat Anda keliru dalam memilih terapi.
Cara Mengatasi Bekas Jerawat Secara Tepat
Sebelum memulai terapi, jerawat aktif harus benar-benar terkontrol minimal 3–6 bulan. Ini rekomendasi dari AAD dan Cleveland Clinic.
Jika Anda masih bertanya kenapa jerawat berbekas dan bagaimana cara memperbaikinya, jawabannya tergantung jenis bekas dan kondisi kulit Anda.
Perawatan Rumahan untuk Bekas Ringan
Perawatan topikal membantu mempercepat regenerasi kulit dan memudarkan PIH. Lakukan langkah-langkah berikut ini:
- Sunscreen SPF 30+ setiap hari
- Retinoid atau retinol
- Niacinamide
- Vitamin C
- Azelaic acid
- AHA seperti glycolic acid
Namun perlu dipahami, skincare tidak bisa menghilangkan scar dalam. Banyak pasien kecewa karena berharap hasil instan, padahal secara ilmiah bekas cekung membutuhkan stimulasi kolagen dari prosedur medis.
Perawatan Profesional untuk Hasil Lebih Optimal
Untuk bekas jerawat cekung atau menonjol, perawatan klinis biasanya diperlukan. Perawatan tersebut mencakup:
- Chemical peels untuk PIH dan scar ringan
- Microneedling untuk merangsang kolagen baru
- Laser resurfacing seperti fractional CO2
- Subcision untuk rolling scars
- Filler untuk mengisi cekungan
- Injeksi steroid untuk keloid
Kombinasi terapi sering memberikan hasil terbaik. Prosesnya bertahap dan bisa memakan waktu beberapa bulan hingga setahun.
Yang terpenting, semakin cepat Anda menangani bekas yang masih baru, semakin baik hasilnya. Inilah sebabnya memahami kenapa jerawat berbekas sejak awal sangat penting agar tidak menunda penanganan.
Kapan Perlu Perawatan Medis untuk Bekas Jerawat?
Bekas jerawat bukan hanya masalah kosmetik. Bagi sebagian orang, ini bisa memengaruhi kepercayaan diri dan kesehatan mental. Segera konsultasi ke dokter jika Anda mengalami hal-hal berikut ini:
- Bekas tidak membaik setelah 6–12 bulan
- Terdapat cekungan dalam atau keloid
- Jerawat masih aktif dan sering kambuh
- Bekas menyebabkan stres atau menurunkan rasa percaya diri
Cleveland Clinic menyebutkan bahwa keterlambatan penanganan dapat memperburuk tingkat keparahan scar. Jadi jangan menunggu sampai kondisinya semakin kompleks.
Jika Anda masih bertanya kenapa jerawat berbekas dan merasa permasalahan kulit wajah Anda sulit membaik dengan skincare saja, konsultasi profesional adalah langkah tepat.
Bekas jerawat memang bisa membuat tidak nyaman, tetapi bukan berarti tidak bisa diperbaiki. Dengan diagnosis yang tepat, kombinasi terapi yang sesuai jenis scar, serta penanganan sejak dini, kulit dapat terlihat jauh lebih halus dan merata.
Jika Anda mengalami bekas jerawat cekung, noda hitam membandel, atau keloid yang mengganggu, Esmoir menyediakan berbagai treatment profesional seperti microneedling, peeling medis, hingga prosedur stimulasi kolagen yang dirancang sesuai kondisi kulit Anda.
Bekas jerawat yang tersisa setelah jerawat aktif mereda biasanya dibahas lebih lanjut dalam konteks treatment bekas jerawat dan pendekatan perawatannya.
Dengan pendekatan medis dan teknologi modern, tim profesional Esmoir akan membantu menentukan terapi yang paling aman dan efektif agar kulit Anda kembali lebih sehat dan percaya diri. Konsultasikan kondisi Anda sekarang dan mulai perjalanan perawatan kulit yang tepat bersama Esmoir.
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, dr. Lanny (alumni Untar 2001) telah membangun reputasi sebagai ahli kulit dan estetika terkemuka. Ia dikenal luas akan kemampuannya memberikan perawatan kulit yang holistik dan efektif.