Skin barrier atau penghalang kulit adalah lapisan terluar dari kulit yang berfungsi sebagai pertahanan utama tubuh terhadap berbagai faktor eksternal. Menurut WebMD, lapisan ini terdiri dari sel-sel kulit mati (corneocytes) yang disusun seperti batu bata dan direkatkan oleh lemak alami seperti ceramide, kolesterol, dan asam lemak.
Skin barrier bertugas menjaga kelembapan kulit, melindungi dari polusi, sinar UV, bakteri, serta zat berbahaya lainnya. Jika skin barrier rusak, kulit menjadi lebih rentan terhadap iritasi, infeksi, dehidrasi, dan berbagai masalah kulit lainnya seperti eksim atau psoriasis.
12 Penyebab Skin Barrier Rusak
Karena perannya yang sangat penting dalam melindungi kulit, penting bagi kita untuk menjaga kesehatannya. Salah satunya adalah dengan mencari tahu apa saja yang bisa menjadi penyebab skin barrier rusak. Simak penjelasannya berikut ini!
Baca juga: 7 Ciri-Ciri Skin Barrier Rusak, Jangan Sampai Terlambat!
1. Kondisi Iklim Lingkungan yang Kering atau Panas
Faktor pertama yang bisa menyebabkan skin barrier rusak adalah lingkungan yakni udara yang panas atau kering. Cuaca yang kering dan panas merusak lapisan pelindung kulit dengan menyebabkan hilangnya kelembapan berlebihan dari kulit. Ini akan membuat kulit mengalami dehidrasi dan dan skin barrier menjadi lemah.
Kondisi ini pada akhirnya akan mengakibatkan kekeringan, pengelupasan, iritasi, dan peningkatan kepekaan terhadap faktor lingkungan seperti sinar UV. Kulit pun akan lebih rentan pada sengatan matahari dan penuaan dini. Perlu diketahui bahwa orang yang tinggal di daerah beriklim ekstrem atau sering berada di ruangan ber-AC juga lebih berisiko mengalami kerusakan skin barrier.
2. Cuaca yang Sangat Panas atau Dingin
Suhu ekstrem, baik panas maupun dingin, dapat mengganggu keseimbangan skin barrier. Saat cuaca dingin, produksi minyak alami kulit menurun, menyebabkan kulit lebih kering. Sebaliknya, cuaca panas bisa meningkatkan produksi minyak berlebih yang dapat menyebabkan pori-pori tersumbat dan iritasi.
3. Polusi yang Buruk

Kita tahu bahwa polusi udara bisa memberikan dampak buruk pada kesehatan secara umum. Namun, secara khusus skin barrier juga bisa terdampak.
Polusi udara mengandung partikel kecil, seperti debu dan bahan kimia. Jika partikel-partikel ini masuk ke dalam kulit maka akan memicu peradangan. Efeknya, skin barrier akan mengalami kerusakan dan kulit akan mengalami stres oksifdatif. Paparan polusi secara terus-menerus bisa melemahkan skin barrier dan mempercepat proses penuaan kulit.
4. Terpapar Sinar Matahari Berlebihan
Sinar UV dari matahari dapat merusak struktur skin barrier dengan menyebabkan peradangan dan meningkatkan risiko hiperpigmentasi. Paparan berlebihan juga dapat mempercepat penuaan kulit, membuatnya lebih kering dan mudah mengalami iritasi.
5. Mandi dengan Air Terlalu Panas
Air panas dapat menghilangkan minyak alami yang menjaga kelembapan kulit. Jika sering mandi dengan air panas dalam waktu lama, skin barrier bisa melemah, menyebabkan kulit kering, kasar, dan mudah teriritasi.
6. Pemilihan Produk Skincare yang Buruk

Penggunaan produk skincare yang mengandung bahan keras seperti alkohol, parfum, atau sulfat dapat mengikis skin barrier. Selain itu, over-exfoliation dengan scrub atau bahan kimia seperti AHA dan BHA juga bisa membuat skin barrier semakin tipis dan rentan terhadap iritasi.
7. Luka atau Cedera pada Kulit
Luka, goresan, atau kondisi kulit seperti eksim dan psoriasis dapat merusak skin barrier secara langsung. Jika tidak dirawat dengan baik, luka ini bisa menjadi pintu masuk bagi bakteri dan menyebabkan infeksi.
8. Makanan yang Tidak Sehat
Konsumsi makanan tinggi gula, makanan olahan, dan lemak jenuh dapat memicu peradangan dalam tubuh, yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan kulit. Diet yang tidak seimbang juga bisa menghambat regenerasi kulit dan memperlemah skin barrier.
Ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari atau dibatasi konsumsinya agar kulit tetap sehat. Makanan-makanan tersebut antara lain adalah makanan tinggi lemak (seperti makanan cepat saji), makanan dengan indeks glikemik tinggi (seperti roti dan kentang) serta minuman beralkohol.
9. Konsumsi Obat seperti Steroid

Obat-obatan tertentu, seperti steroid, dapat mengurangi ketahanan skin barrier jika digunakan dalam jangka panjang. Steroid topikal atau oral dapat menyebabkan penipisan kulit, membuatnya lebih mudah mengalami iritasi dan infeksi.
10. Faktor Genetik
Beberapa orang memiliki skin barrier yang lebih lemah secara genetik. Kondisi seperti eksim atau dermatitis atopik sering kali diturunkan dari orang tua dan membuat kulit lebih rentan terhadap iritasi serta dehidrasi.
11. Kurang Tidur
Kurang tidur atau kebiasaan begadang dapat meningkatkan produksi hormon stres seperti kortisol, yang dapat melemahkan skin barrier. Tidur yang cukup sangat penting untuk memperbaiki sel kulit dan menjaga keseimbangan kelembapan alami kulit.
12. Penuaan
Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dan lipid alami dalam kulit menurun, menyebabkan skin barrier semakin melemah. Inilah sebabnya mengapa kulit menjadi lebih tipis, kering, dan lebih mudah mengalami iritasi saat usia bertambah.
13. Terlalu Sering Mandi

Penyebab skin barrier rusak yang terakhir adalah kebiasaan mandi yang terlalu sering. Banyak orang berpikir bahwa mandi akan membantu menjaga kesehatan kulit. Ini memang benar. Namun, jika Anda melakukannya terlalu sering, kulit akan kehilangan minyak alami serta bakteri baik yang ada di permukaannya.
Ini juga akan membuat kulit menjadi kering dan melemahkan skin barrier. Efeknya, Anda mungkin akan mengalami gatal-gatal karena bakteri bisa masuk dengan mudah lewat celah-celah kulit yang pecah. Di Indonesia, kita direkomendasikan untuk mandi 1 – 2 kali saja sehari untuk memastikan tubuh bersih dan kulit tetap sehat.
- Selain menghindari berbagai faktor penyebab skin barrier rusak, Anda juga perlu melakukan perawatan untuk melindunginya. Untuk menjaga skin barrier tetap sehat, Anda bisa menerapkan beberapa langkah berikut:
- Gunakan pelembap yang mengandung ceramide, hyaluronic acid, dan niacinamide untuk membantu memperkuat skin barrier.
- Hindari terlalu sering mencuci wajah atau mandi dengan air panas agar minyak alami kulit tetap terjaga.
- Gunakan sunscreen setiap hari dengan SPF minimal 30 untuk melindungi dari sinar UV.
- Konsumsi makanan bergizi, seperti sayur, buah, ikan berlemak, dan kacang-kacangan, untuk mendukung kesehatan kulit dari dalam.
- Kurangi stres dan cukup tidur untuk membantu proses regenerasi kulit.
Dengan memahami penyebab skin barrier rusak dan cara menjaganya, Anda bisa memiliki kulit yang lebih sehat dan terlindungi dari berbagai masalah kulit. Jangan lupa untuk selalu memilih produk skincare yang sesuai dengan kebutuhan kulit Anda.Jika dengan langkah-langkah di atas permasalahan kulit Anda masih belum tuntas, mungkin saatnya untuk berkonsultasi pada ahlinya. Di Esmoir Klinik, kami memiliki tim dokter berpengalaman yang siap memberikan perawatan kecantikan dan kesehatan kulit yang komprehensif. Kunjungi kami sekarang juga untuk berkonsultasi!

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, dr. Lanny (alumni Untar 2001) telah membangun reputasi sebagai ahli kulit dan estetika terkemuka. Ia dikenal luas akan kemampuannya memberikan perawatan kulit yang holistik dan efektif.