Pernah mendengar tentang apa itu non comedogenic yang ada pada produk skincare alias perawatan kulit? Seiring dengan semakin berkembangnya industri kecantikan, bahan-bahan yang digunakan juga kian beragam. Ada yang menggunakan label whitening alias pemutih, anti acne atau anti jerawat, dan juga non comedogenic yang hendak kita bahas dalam artikel ini.
Secara sederhana, non comedogenic berarti tidak atau hanya memiliki kemungkinan kecil menyebabkan penyumbatan pada pori-pori kulit. Ketika pori-pori tersumbat, kulit kesulitan dalam ‘bernapas’, sehingga memicu munculnya komedo. Jadi, perawatan kulit dengan label non comedogenic berarti meminimalisir kulit Anda berkomedo. Namun sebenarnya, bagaimana pori-pori kulit bisa tersumbat hingga berubah menjadi komedo?
Penyebab Komedo Bisa Muncul
Mengutip dari halaman resmi Kementerian Kesehatan dari artikel yang disusun oleh Tim Promosi Kesehatan (PromKes) RSST – RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, kulit tersumbat hingga menjadi komedo dipicu oleh beberapa faktor:
- Jenis kulit yang dimiliki merupakan kulit berminyak di mana produksi minyak berlebih itu kemudian ditangkap oleh pori-pori dan memenuhinya sehingga menyebabkan penyumbatan.
- Faktor genetik di mana memiliki keturunan pori-pori besar sehingga mudah tersumbat oleh sebum (minyak), debu, dan kotoran.
- Penggunaan kosmetik atau perawatan kulit (skincare) yang mengakibatkan pori-pori membesar atau mengalami iritasi karena tidak mengandung zat non comedogenic.
- Perubahan hormon yang turut mempengaruhi kondisi kesehatan pori-pori kulit, seperti pubertas dan menstruasi.
- Efek samping obat-obatan seperti pil KB atau obat dengan kandungan kortikosteroid, litium, atau androgen.
- Gaya hidup yang salah, contohnya merokok dan mengkonsumsi makanan atau minuman yang tinggi kandungan susu, gula, dan lemak. Rokok dan bahan-bahan tersebut sangat berpengaruh terhadap kondisi pori-pori kulit.
Apa Itu Non Comedogenic? Kenapa Sering Ditemukan dalam Skincare?

Lantas, apa arti non comedogenic secara lebih spesifik sehingga membuatnya dianggap sebagai kandungan penting dalam produk-produk perawatan kulit? Sebagaimana telah disinggung sebelumnya bahwa non comedogenic artinya tidak menyebabkan penyumbatan pada pori-pori kulit. Jadi, penambahan zat tersebut bertujuan untuk membuat komedo tidak muncul pada permukaan kulit akibat pori-pori yang mengalami penyumbatan.
Sebab, ketika pori-pori Anda tersumbat, bukan hanya komedo yang akan tampak, tetapi juga jerawat. Maka dari itu, produk-produk skincare ramai menambahkan kandungan bahan tersebut tidak hanya untuk pencegahan komedo, sekaligus sebagai langkah preventif untuk mencegah jerawat mengganggu bertengger di kulit Anda, Terutama jika sampai muncul di bagian wajah dengan jelas.
Bukan hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi komedo dan jerawat juga menimbulkan rasa panas dan perih di permukaan kulit. Apalagi bila ditimpa dengan riasan setiap hari. Khususnya jerawat, bisa semakin membesar akibat peradangan memburuk. Produk-produk tersebut memang tidak menjamin Anda 100% terbebas dari komedo maupun jerawat, namun cukup efektif untuk meminimalisir kemunculannya.
Skala Non Comedogenic pada Produk Skincare
Bukan hanya pH alias tingkat keasaman suatu zat yang memiliki pembagian skala. Begitu pula dengan non comedogenic yang terbagi menjadi beberapa tingkat berbeda untuk penyesuaian penggunaan produk pada konsumen:
- 1. Skala 0, yang berarti komposisi produk perawatan kulit dengan kandungan non-comedogenic tersebut tidak akan menyumbat pori-pori sama sekali.
- 2. Skala 1, yang artinya masih memiliki kemungkinan menyumbat pori-pori namun probablitasnya sangat rendah.
- 3. Skala 2, maknanya kemungkinan penyumbatan pori-pori cukup rendah.
- 4. Skala 3, kemungkinan pori-pori tersumbat berada di level sedang atau 50%.
- 5. Skala 4, yaitu kemungkinan penyumbatan pori-pori cukup tinggi.
- 6. Skala 5, artinya besar kemungkinan menyumbat pori-pori.
Kamu Harus Tau! Nih, 4 Manfaat Produk Non Comedogenic
Setelah mengetahui tentang pengertian apa itu non comedogenic, maka Anda perlu mengerti juga perihal manfaat yang ditawarkan zat tersebut sehingga membuat popularitasnya mengalami kenaikan pesat. Berbagai manfaat yang telah teruji ini pula membuat semua pemilik merek skincare berlomba-lomba menambahkannya pada hampir setiap produk perawatan kulit. Apa saja sederet manfaat tersebut?
1. Mencegah Penyumbatan Pori-Pori dan Perkembangan Jerawat
Manfaat utama produk dengan kandungan non comedogenic tentu mencegah penyumbatan pori-pori dan perkembangan jerawat. Melansir dari Tribunhealth.com, Dokter Estetika: dr. Citra Anggraeny, M. Biomed (AAM), membuat pernyataan untuk menghindari produk comedogenic dan memilih yang berlabel non comedogenic. Penggunaan skincare dengan kandungan bahan tersebut disarankan untuk kulit yang mudah muncul jerawat.
Kulit yang mudah berjerawat memiliki karakteristik khusus, yaitu: berminyak dan mempunyai pori-pori besar. Jadi, bila Anda mempunyai kulit dengan ciri tersebut, sangat disarankan untuk segera menggunakan produk skincare non comedogenic. Penggunaan rutin dapat membantu mengecilkan pori-pori dan mengurangi produksi minyak berlebih pada wajah sehingga resiko penyumbatan dan jerawat juga berkurang.
2. Mengurangi Resiko Iritasi dan Reaksi Alergi pada Kulit Sensitif
Berikutnya, kandungan non comedogenic bermanfaat untuk mengurangi resiko iritasi dan alergi yang sering terjadi pada kulit sensitif. Merujuk pada artikel yang diterbitkan oleh Siloam Hospital, apabila kulit Anda mempunyai karakteristik:
- Mudah kering dan bersisik.
- Kulit terasa seperti tertarik.
- Reaktif terhadap bahan-bahan yang diaplikasikan langsung pada kulit.
- Ruam merah.
- Rentan berjerawat.
- Mudah terbakar sinar matahari.
- Gatal-gatal.
Artinya, kulit Anda termasuk kategori sensitif. Kulit dengan karakteristik demikian tidak boleh menggunakan produk perawatan yang mengandung pewangi dan alkohol yang memicu reaksi iritasi dan alergi. Skincare dengan kandungan non comedogenic memenuhi kriteria tersebut sehingga sangat direkomendasikan penggunaanya.
3. Memiliki Formula Ringan dan Tidak Membuat Kulit Terasa Berat atau Berminyak
Produk perawatan kulit non comedogenic diformulasi khusus agar terasa ringan ketika diaplikasikan. Jangan salah, sebagaimana pengaplikasian kosmetik tebal sehari-hari, menggunakan produk skincare yang berat pada wajah juga menyebabkan pori-pori tersumbat, iritasi, dan kulit menjadi stress. Akibatnya, kulit menjadi berkomedo, berjerawat, timbul flek hitam dan kerutan. Tentu Anda tidak menginginkannya, bukan?
Selain itu, sebagaimana telah disinggung di atas, kandungan non comedogenic juga membantu mengurangi produksi minyak berlebih pada wajah – terutama jika wajah Anda termasuk kategori oily. Jadi, kulit terasa selalu segar, riasan tidak mudah luntur, dan tentu lebih sehat. Kondisi tersebut sekaligus mencegah penuaan dini yang sering menjadi problematika kaum hawa.
4. Mengurangi Resiko Terjadinya Jerawat Baru
Terakhir, manfaat dari perawatan kulit dengan produk yang mengandung non comedogenic adalah mengurangi resiko terjadinya jerawat baru. Jerawat biasanya diakibatkan penyumbatan pori-pori akibat kulit berminyak atau iritasi dan reaksi alergi karena penggunaan zat kimia tertentu seperti pewangi, alkohol dan bahan kasar lainnya. Skincare non comedogenic terhindar dari kontaminasi zat tersebut.
Pengaplikasian produk non comedogenic secara teratur dapat mengontrol produksi minyak pada wajah dan potensi penyumbatan pori-pori. Dalam jangka pendek, hal tersebut akan membuat wajah tampak lebih cerah. Sedangkan untuk jangka panjang, sirkulasi udara yang terjamin pada permukaan kulit berkat pori-pori yang tidak tersumbat akan mencegah munculnya jerawat baru. Menarik, bukan?
Baca juga: 10+ Kebiasaan Buruk yang Menyebabkan Jerawat, Wajib Dihindari!
Jenis Produk Skincare yang Menggunakan Bahan Non Comedogenic

Setelah memahami definisi apa itu non comedogenic, tidak heran bila bahan tersebut diaplikasikan pada banyak produk skincare, bukan? Meskipun tidak dicantumkan sebagai label utama, faktanya bahan non comedogenic banyak diaplikasikan pada skincare anti jerawat, untuk kulit sensitif dan banyak lagi. Apa saja produk-produk perawatan kulit yang menambahkan non comedogenic tersebut?
1. Sunscreen
Sunscreen alias tabir surya merupakan rangkaian skincare yang perlu menggunakan bahan non comedogenic. Berdasarkan artikel yang telah melalui peninjauan dr. Rizal Fadli di Halodoc, Penggunaan Sunscreen membantu kulit untuk terhindar dari kontak langsung dengan paparan sinar matahari (UV), baik jenis UVA maupun UVB. Mengapa paparan UV tidak baik untuk kulit?
Sebab sinar matahari menyebabkan kulit terbakar sehingga menimbulkan reaksi iritasi hingga jerawat karena permukaan tidak dapat beroksidasi secara bebas. Material non comedogenic mengandung titanium dioksida yang membantu meminimalisir iritasi hingga jerawat dari paparan sinar UV tersebut. Zat ini juga tidak menyebabkan whitecast alias tampilan permukaan tidak menyatu dengan kulit (dempul).
2. Pembersih Wajah
Berikutnya, pembersih wajah atau face cleanser yang bisa berupa aneka ragam wujud seperti facial wash, cleasing gel, dan banyak lagi. Produk skincare yang satu ini biasanya menjadi tahap paling awal sekaligus wajib dalam rangkaian perawatan kulit. Biasanya digunakan saat mengawali hari, selesai beraktivitas di luar rumah, serta ketika akan tidur.
Mengapa pembersih wajah perlu mengandung bahan non comedogenic? Sebab terdapat asam salisilat di dalamnya yang membantu untuk mencegah peradangan kulit penyebab jerawat memburuk. Asam salisilat juga membantu jerawat untuk lebih cepat kempes dan meminimalisir potensi acne tersebut kembali muncul pada kulit wajah Anda. Penggunaannya harus rutin setiap hari agar maksimal.
Baca juga: Begini Cara Membersihkan Wajah yang Benar Menurut Dokter!
3. Moisturizer
Pernahkah Anda mendengar bahwa kulit yang senantiasa dalam keadaan lembap lebih minim risiko mengalami permasalahan seperti komedo, jerawat, maupun break out semacamnya? Hal ini sebab moisturizer menjadi lapisan kedua yang melindungi skin barrier Anda dari paparan sinar UV setelah sunscreen. Dengan demikian, sinar matahari tidak bisa menembus langsung sel-sel kulit.
Lantas, mengapa moisturizer sebaiknya memiliki label non comedogenic dalam komposisinya? Hal itu tidak lain berkat adanya gliserin dalam bahan non comedogenic. Gliserin sendiri memiliki manfaat mengecilkan pori-pori sehingga tidak mudah tersumbat yang menyebabkan berbagai permasalahan kulit. Selain gliserin, ada juga asam hialuronat yang lekas meredakan peradangan jerawat yang terlanjur hadir.
4. Make Up
Terakhir, ada produk-produk riasan wajah alias make up yang sebaiknya mengandung non comedogenic. Riasan merupakan produk yang hampir setiap hari diaplikasikan – khususnya kaum hawa, dan para profesi-profesi tertentu yang mewajibkan penggunaannya. Ketika memakai make up cukup tebal dengan produk berlabel comedogenic, akan menciptakan masalah seperti berjerawat dan break out parah.
Sebab, make up tersebut justru memproduksi minyak berlebih untuk wajah hingga menyumbat pori-pori. Maka dari itu, Anda membutuhkan produk riasan non comedogenic agar pori-pori kulit di bawahnya bisa bernapas, tidak terjadi penyumbatan dan tidak mengakibatkan wajah jadi berminyak. Sehingga, Anda tidak khawatir kulit akan jadi rusak setelah pemakaian riasan berkelanjutan.
Cara Mengetahui Produk Non Comedogenic
Sudah tahu apa itu non comedogenic dengan segudang manfaatnya sehingga ingin mencoba membuktikan sendiri? Sesuai dengan yang disebutkan di atas bahwa kini banyak produk perawatan kulit yang menggunakan bahan-bahan non comedogenic dalam produk mereka sehingga membuatnya cukup mudah didapatkan. Supaya tidak salah membeli, Anda dapat melakukan beberapa hal sederhana berikut:
1. Mencari Label Non Comedogenic
Metode paling mudah tentu dengan mencari produk skincare yang memasangkan label non comedogenic pada kemasan mereka. Biasanya, produk-produk terpercaya akan menyertakan keterangan ‘non comedogenic certified’ pada bagian bawah kemasan produk – bisa di depan ataupun di belakang. Tujuannya, supaya konsumen dengan mudah mengenali produk tersebut dan membelinya. Bagaimana label tidak disertakan?
Anda bisa memilih skincare dan kosmetik yang termasuk produk anti acne atau jerawat. Biasanya, produk-produk tersebut juga bersifat non comedogenic karena tujuannya untuk supaya komedo maupun jerawat tidak muncul. Label anti acne memang lebih umum digunakan daripada non comedogenic karena sudah lebih dulu familiar sehingga daya tariknya juga lebih besar.
2. Mengetahui Bahan Umum yang Bersifat Non Comedogenic
Cara selanjutnya menemukan produk perawatan kulit non comedogenic adalah dengan mengenali bahan-bahan umum yang memiliki sifat tersebut. Melansir dari Beautynesia, berikut bahan umum dengan sifat non comedogenic:
- Benzoil peroksida merupakan bahan non comedogenic yang juga membantu membunuh bakteri penyebab jerawat sehingga meminimalisir muncul kembali. Selain itu, benzoil peroksida juga membantu mengurangi resiko hiperpigmentasi.
- Resorcinol yang berfungsi untuk melembutkan jaringan keras pada kondisi peradangan jerawat dan sejenisnya. Bentuknya berupa padatan kristal putih.
- Asam salisillat yang sudah terkenal sebagai bahan untuk menyembuhkan berbagai permasalahan kulit, termasuk jerawat. Cara kerjanya adalah dengan menghidrasi kulit sehingga selalu lembab.
- Sulfur yang merupakan mineral juga memiliki sifat non comedogenic dengan cara menyerap minyak berlebih pada permukaan kulit, kemudian mengelupas sel-sel kulit mati penyumbat pori-pori.
- Minyak atsiri juga termasuk bahan non comedogenic yang membantu mempercepat peradangan jerawat mereda. Selain itu, bermanfaat dalam pengangkatan sel kulit mati untuk membuat wajah tampak lebih cerah.
3. Mengetahui Perbedaan Produk Non Comedogenic, Oil Free, dan Hypoallergenic
Metode terakhir yaitu dengan membedakan antara bahan non comedogenic dari produk-produk yang berlabel oil free (bebas minyak) dan hypoallegernic. Karakter dari bahan-bahan tersebut sekilas sama, sehingga sering menimbulkan kesalahpahaman. Berikut penjelasan terkait masing-masing karakter bahan di atas:
| Non Comedogenic Makna: Dibuat dengan bahan yang cenderung tidak menyumbat pori-pori. Artinya, produk ini tidak memicu komedo terbentuk. Manfaat: Cocok untuk kulit berminyak dan rentan komedo. Tidak menjamin 100%: Sebab faktor lain seperti tekstur produk (semakin berat semakin berpotensi menyumbat), hormonal, dan lingkungan juga bisa berperan. |
| Oil Free Makna: Bebas minyak, kandungan utamanya bukan minyak atau bahan berminyak. Manfaat: Cocok untuk kulit berminyak, mudah berjerawat, dan sensitif. Tidak menambah produksi minyak di kulit. Bukan jaminan bebas jerawat: Masih mengandung bahan lain yang bisa memicu jerawat pada kulit sensitif. |
| Hypoallergenic Makna: Diformulasikan untuk meminimalkan risiko reaksi alergi. Mengandung bahan yang jarang memicu iritasi atau alergi. Manfaat: Cocok untuk kulit sensitif, mudah kemerahan, atau teriritasi produk tertentu. Mengurangi risiko kulit bereaksi. Tidak menjamin 100% bebas alergi: Reaksi alergi tergantung sensitivitas individu dan bahannya. |
Melalui penjabaran tersebut, bisa ditarik kesimpulan bahwa bahan non comedogenic cocok untuk jenis kulit berminyak dan sensitif. Sebab non comedogenic membantu mengecilkan pori-pori sehingga penyumbatan tidak terjadi, mengontrol produksi minyak berlebih, sekaligus selalu melembabkan.
Sementara bahan bebas minyak (oil free), fokusnya ada pada upaya mengontrol minyak pada kulit supaya tidak menyumbat pori-pori yang berujung munculnya jerawat. Kontrol kilap juga menghindari kulit tampak kusam. Di sisi lain, untuk bahan hypoallergenic lebih cocok untuk Anda yang mempunyai kulit sensitif yang mudah iritasi dan alergi.
Esmoir Klinik Tips
Setelah membaca penjabaran tentang apa itu non comedogenic di atas, Anda tentu menginginkan perawatan yang tepat supaya terhindar dari komedo dan jerawat. Tidak perlu bingung, karena Anda dapat datang ke Klinik Kecantikan Esmoir untuk berkonsultasi dengan dokter ahli serta mendapatkan perawatan yang sesuai. Tentu saja, kami hanya menggunakan skincare berkualitas terbaik.

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, dr. Lanny (alumni Untar 2001) telah membangun reputasi sebagai ahli kulit dan estetika terkemuka. Ia dikenal luas akan kemampuannya memberikan perawatan kulit yang holistik dan efektif.