Milia merupakan salah satu kondisi kulit yang umum. Milia ditandai dengan munculnya tonjolan kecil di balik kulit. Menurut Cleveland Clinic, setidaknya 40-50% orang di Amerika Serikat terlahir dengan kondisi milia. Selain bayi, orang dewasa juga bisa memiliki milia. Sebenarnya, apa itu milia?
Sekilas milia memang bisa mengganggu estetika. Namun, sebenarnya milia itu tidak berbahaya. Untuk lebih memahami tentang apa itu milia, jenis-jenis milia serta bedanya dengan jerawat, simak penjelasan berikut ini!
Apa Itu Milia?
Dilansir dari Healthline, milia adalah kista kecil yang terbentuk di bawah permukaan kulit dan berisi keratin, yaitu protein yang ditemukan dalam kulit, rambut, dan kuku. Milia sering kali muncul sebagai benjolan putih atau kuning kecil di wajah, terutama di sekitar mata, hidung, pipi, dan dahi.
Meskipun sering dikira jerawat, milia sebenarnya adalah kondisi yang berbeda. Milia bisa disebabkan oleh salah satu dari kondisi berikut ini:
- Penumpukan keratin. Milia terjadi ketika keratin terperangkap di bawah kulit, membentuk kista kecil yang terlihat seperti benjolan
- Kulit mati yang terperangkap. Proses kulit mati yang tidak terkelupas dengan baik, akhirnya terperangkap di bawah permukaan kulit. Inilah yang dapat menyebabkan milia
- Kerusakan kulit. Beberapa jenis milia dapat muncul akibat cedera pada kulit, seperti luka bakar, gesekan, atau iritasi dari prosedur kecantikan
- Penggunaan produk perawatan kulit yang berat. Penggunaan produk yang terlalu berminyak atau komedogenik dapat memicu pembentukan milia, terutama bagi orang yang memiliki kulit sensitif
- Faktor genetik. Beberapa orang mungkin lebih rentan terhadap milia karena faktor genetik atau riwayat keluarga yang memiliki kondisi serupa.
Jenis-Jenis Milia
Setelah mengetahui apa itu milia, Anda juga perlu tahu bahwa ada beberapa macam milia yang mungkin terjadi pada kulit. Masing-masing jenis milia ini memiliki penyebab dan karakteristik yang berbeda. Berikut adalah beberapa jenis milia yang perlu Anda ketahui:
1. Neonatal Milia
Jenis ini paling sering ditemukan pada bayi baru lahir dan biasanya muncul di sekitar hidung, pipi, atau dahi. Neonatal milia terjadi karena kelenjar keringat bayi yang belum berkembang sempurna. Biasanya jenis ini akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.
2. Primary Milia
Jenis ini adalah yang paling umum pada orang dewasa dan bisa muncul di berbagai area wajah. Milia primer terbentuk ketika keratin terperangkap di bawah kulit tanpa adanya iritasi atau cedera yang mendasarinya.
3. Milia Ed Paque
Jenis ini biasanya muncul di sekitar area kelopak mata. Milia jenis ini lebih besar dari milia biasa dan dapat menjadi lebih sulit dihilangkan. Penyebabnya sering kali terkait dengan penggunaan produk perawatan mata yang berat.
4. Multiple Euptive Milia
Jenis milia ini muncul secara bersamaan dalam jumlah banyak. Biasanya disebabkan oleh faktor tertentu seperti penggunaan obat-obatan atau kondisi medis tertentu, dan lebih sering ditemukan pada orang dewasa.
5. Traumatic Milia
Milia jenis ini muncul setelah kulit mengalami trauma, seperti luka bakar, iritasi akibat produk perawatan kulit, atau setelah prosedur dermatologis seperti pengelupasan kulit. Milia ini dapat muncul di tempat luka atau cedera terjadi.
Dengan mengetahui jenis-jenis milia, Anda bisa lebih mudah memilih dan menentukan metode apa yang cocok digunakan untuk menghilangkannya.
Apakah Beda Antara Milia dan Jerawat?

Milia dan jerawat sering kali disalahartikan karena keduanya muncul sebagai benjolan kecil di kulit, namun keduanya adalah kondisi yang berbeda. Berikut adalah perbedaan utama antara milia dan jerawat:
Baca juga: 8 Cara Menghilangkan Bekas Jerawat dengan Cepat & Efektif
- Penyebab: Milia disebabkan oleh penumpukan keratin yang terperangkap di bawah kulit, sedangkan jerawat terjadi akibat penyumbatan pori oleh minyak, kotoran, dan sel kulit mati
- Penampilan: Milia biasanya terlihat sebagai benjolan keras berwarna putih atau kuning, sementara jerawat lebih sering muncul sebagai benjolan merah atau bernanah dengan peradangan yang lebih jelas
- Lokasi: Milia umumnya muncul di area wajah, terutama di sekitar mata dan pipi, sementara jerawat lebih sering muncul di area dengan kelenjar minyak yang lebih aktif, seperti dahi, hidung, dan dagu
- Perawatan: Milia biasanya tidak memerlukan pengobatan serius dan sering kali hilang dengan sendirinya, sedangkan jerawat sering membutuhkan perawatan dengan krim topikal atau antibiotik untuk mengurangi peradangan dan infeksi.
Dengan memahami apa perbedaan antara milia dengan jerawat, Anda tidak akan salah langkah dalam merencanakan penanganannya.
Cara Menghilangkan Milia
Meskipun milia biasanya tidak berbahaya, banyak orang merasa terganggu dengan kemunculannya, terutama jika muncul di area yang terlihat seperti wajah. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan milia:
1. Jangan Dipencet
Meskipun Anda mungkin merasa tergoda untuk memencet atau menggaruk milia, hal ini sebaiknya dihindari. Memencet milia dapat menyebabkan infeksi atau peradangan lebih lanjut. Biarkan milia hilang dengan sendirinya atau konsultasikan dengan dokter kecantikan untuk perawatan yang aman.
2. Rajin Membersihkan Wajah
Menjaga kebersihan kulit dengan rutin membersihkan wajah menggunakan pembersih yang lembut sangat penting untuk mencegah terbentuknya milia. Hindari produk pembersih yang terlalu keras atau mengandung bahan kimia yang dapat mengiritasi kulit.
3. Menggunakan Krim Peeling Wajah
Krim peeling atau eksfoliasi lembut dapat membantu mempercepat pengelupasan kulit mati, yang dapat mencegah terjadinya milia. Pilihlah produk yang sesuai dengan jenis kulit Anda dan lakukan eksfoliasi secara teratur namun tidak berlebihan.
Apakah Esmoir Bisa Membantu Saya Menghilangkan Milia?

Dalam praktiknya, cara menghilangkan milia di wajah di klinik biasanya melibatkan tindakan langsung oleh tenaga profesional untuk menghindari iritasi atau infeksi. Jika Anda mencari cara menghilangkan milia di wajah di klinik, treatment seperti extraction atau cauter biasanya dipertimbangkan karena dapat mengangkat milia secara langsung. Untuk kebutuhan tersebut, klinik kecantikan di Karawang seperti Esmoir menyediakan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi kulit.
Esmoir adalah salah satu klinik kecantikan yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam perawatan kulit, termasuk pengobatan milia. Klinik ini menawarkan treatment cauter yang dapat menghilangkan milia secara efektif dan cepat. Cauter adalah prosedur medis yang menggunakan alat khusus untuk menghancurkan kista milia dengan cara yang aman dan minim rasa sakit.
Tim profesional Esmoir memiliki pengalaman yang luas dalam memberikan perawatan kecantikan, termasuk mengatasi masalah kulit seperti milia. Dengan teknologi terkini dan metode yang aman, Anda bisa mendapatkan hasil yang optimal tanpa harus khawatir tentang efek samping yang berbahaya.
Jika Anda merasa terganggu dengan milia dan ingin mendapatkan solusi yang lebih cepat dan efektif, konsultasikan dengan tim Esmoir untuk mengetahui lebih lanjut tentang treatment cauter dan manfaat lainnya yang ditawarkan klinik ini.
Milia sering disalahartikan sebagai jerawat atau bekas jerawat. Untuk memahami perbedaannya, lihat juga treatment bekas jerawat.
Demikian ulasan lengkap mengenai apa itu milia. Dengan penjelasan ini, Anda dapat lebih memahami tentang milia, jenis-jenisnya, serta cara menghilangkannya dengan aman. Jangan ragu untuk mengonsultasikan kondisi kulit Anda dengan profesional jika milia mengganggu penampilan atau kenyamanan Anda.
Punya masalah kesehatan dan kecantikan kulit lainnya yang ingin Anda konsultasikan? Tim dokter profesional di Klinik kecantikan Esmoir siap membantu Anda. Mulai konsultasi Anda dengan membuat janji temu di sini.

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, dr. Lanny (alumni Untar 2001) telah membangun reputasi sebagai ahli kulit dan estetika terkemuka. Ia dikenal luas akan kemampuannya memberikan perawatan kulit yang holistik dan efektif.