Dalam dunia perawatan kulit, banyak istilah yang terdengar mirip dan sering kali membuat bingung, salah satunya adalah peeling dan eksfoliasi. Keduanya sama-sama bertujuan untuk mengangkat sel kulit mati dan membuat wajah tampak lebih cerah.
Namun, pertanyaannya: apakah peeling sama dengan eksfoliasi? Jawabannya, tidak sepenuhnya. Meski memiliki fungsi serupa, keduanya berbeda dari segi cara kerja, bahan, hingga hasil yang diberikan. Yuk, pahami lebih dalam agar Anda tidak salah langkah dalam merawat kulit!
Baca juga: Efek Samping Peeling Wajah Secara Chemical, Anda Perlu Tahu!
Mengenal Peeling dan Eksfoliasi
Peeling adalah prosedur perawatan kulit yang menggunakan bahan kimia dengan konsentrasi tertentu untuk mengelupas lapisan kulit mati. Tindakan ini umumnya dilakukan oleh dokter atau tenaga profesional di klinik kecantikan karena melibatkan bahan aktif kuat seperti glycolic acid, salicylic acid, atau trichloroacetic acid (TCA).
Sementara itu, eksfoliasi adalah proses pengelupasan sel kulit mati di lapisan paling luar kulit yang bisa dilakukan di rumah. Ada dua jenis eksfoliasi, yaitu fisik (menggunakan scrub atau alat pembersih wajah) dan kimiawi ringan (menggunakan produk dengan AHA atau BHA dalam kadar rendah).
Keduanya sama-sama membantu mempercepat regenerasi kulit, tetapi tingkat kekuatannya berbeda. Untuk memahami perbedaannya lebih jauh, mari jawab bersama: apakah peeling sama dengan eksfoliasi?
Baca juga: Facian dan Peeling, Yuk Kenali Perbedaannya!
Apakah Peeling Sama dengan Eksfolias?
Secara sederhana, keduanya memang memiliki tujuan serupa, namun berbeda dari sisi kedalaman, bahan, dan cara pelaksanaannya. Berikut penjelasannya!
1. Tujuan dan Hasil
Peeling bertujuan memperbaiki kondisi kulit secara lebih dalam, seperti mengurangi hiperpigmentasi, bekas jerawat, atau garis halus. Hasilnya bisa terlihat setelah beberapa kali perawatan dan cenderung lebih signifikan.
Di sisi lain, eksfoliasi berfokus pada pembersihan permukaan kulit agar tampak halus dan segar. Ini cocok untuk perawatan rutin yang lebih ringan.
2. Bahan yang Digunakan
Pada peeling, digunakan bahan aktif dengan kadar tinggi seperti asam glikolat atau TCA yang menembus lapisan epidermis hingga dermis. Sedangkan pada eksfoliasi, bahan yang digunakan jauh lebih lembut dan aman untuk penggunaan rutin. Misalnya seperti AHA, BHA, atau butiran scrub.
3. Kedalaman Kerja
Peeling bekerja hingga lapisan kulit yang lebih dalam untuk merangsang regenerasi dan produksi kolagen. Sementara itu, eksfoliasi hanya bekerja di permukaan kulit, mengangkat kotoran dan sel mati tanpa menembus lapisan kulit di bawahnya.
4. Frekuensi dan Pelaksanaan
Peeling sebaiknya dilakukan oleh profesional setiap 2–4 minggu sekali, tergantung kondisi kulit. Untuk eksfoliasi, Anda bisa melakukannya sendiri di rumah 1–3 kali seminggu sesuai jenis kulit Anda.
Jadi, jelas bahwa apakah peeling sama dengan eksfoliasi? Jawabannya: tidak. Peeling merupakan prosedur klinis yang lebih intensif, sedangkan eksfoliasi adalah perawatan harian ringan.
Apakah Masih Perlu Eksfoliasi Setelah Peeling?
Setelah menjalani chemical peeling, kulit berada dalam fase penyembuhan dan regenerasi. Karena itu, eksfoliasi tidak disarankan dilakukan segera setelah peeling. Tunggu hingga kulit benar-benar pulih (biasanya dalam beberapa minggu) baru boleh kembali melakukan eksfoliasi ringan.
Eksfoliasi setelah kulit pulih membantu menjaga hasil peeling tetap optimal dan membuat wajah tampak lebih sehat serta bercahaya.Jika Anda masih ragu apakah peeling sama dengan eksfoliasi dan mana yang lebih sesuai untuk kondisi kulit Anda, konsultasikan langsung ke Klinik Kecantikan Esmoir. Tim profesional Esmoir siap membantu menentukan perawatan terbaik agar kulit Anda tetap sehat, cerah, dan bercahaya dengan cara yang aman. Hubungi kami sekarang juga!

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, dr. Lanny (alumni Untar 2001) telah membangun reputasi sebagai ahli kulit dan estetika terkemuka. Ia dikenal luas akan kemampuannya memberikan perawatan kulit yang holistik dan efektif.